
Prancis memperkenalkan versi yang sepenuhnya dirobotisasi dari tank lama AMX-30, mengubah kendaraan lapis baja era Perang Dingin itu menjadi kendaraan tempur tanpa awak.
Informasi tersebut berasal dari situs Defence Blog. Diberi nama REFURBOT, proyek ini diperkenalkan dalam pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Paris dan bertujuan menunjukkan bagaimana kendaraan lapis baja yang sudah pensiun dapat dimanfaatkan kembali alih-alih dibongkar menjadi besi tua.

Sistem ini dikembangkan oleh S2M Equipment bekerja sama dengan KNDS France. Tank tersebut menerima kit robotisasi TOXO, yang memungkinkan kendali jarak jauh dan operasi tanpa awak di dalam kendaraan. Usulannya adalah mengubah sasis lama menjadi platform tempur modern, dengan biaya lebih rendah dibandingkan pengembangan kendaraan tanpa awak yang sepenuhnya baru.

Sebagai pengganti kubah asli yang dilengkapi meriam 105 mm, REFURBOT menggunakan stasiun senjata kendali jarak jauh ARX-25, yang dipersenjatai dengan meriam otomatis 25 mm yang mampu menembakkan amunisi penembus lapis baja dan peledak. Sistem ini juga dilengkapi sensor siang hari, malam hari, dan termal, sehingga dapat menyerang target darat, drone, bahkan helikopter pada jarak lebih dari 2,5 kilometer.

Prancis memproduksi lebih dari 3.500 tank AMX-30 antara tahun 1966 dan 1994. Meskipun model tersebut telah ditarik dari garis depan di sebagian besar negara yang mengoperasikannya, banyak sasis masih tersimpan di berbagai belahan dunia. Menurut para pengembang, hal ini menciptakan peluang untuk mengubah kendaraan lapis baja lama menjadi sistem robotik pendukung tempur.
Inisiatif ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di kalangan angkatan darat Barat untuk berinvestasi dalam kendaraan darat tanpa awak. Idenya adalah menggunakan platform ini dalam misi pengintaian, dukungan tembakan, dan operasi berisiko tinggi, sehingga mengurangi paparan prajurit di wilayah yang terancam oleh drone, artileri, dan senjata antitank modern.
Foto: Reproduksi S2M Equipment. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
